Studi Kasus: Transformasi SDM

Bimasakti

Problem:

PT Bimasakti Selular Indonesia mengalami stagnasi manajemen SDM karena tipe kepemimpinan yang tidak sesuai. Transfer pengetahuan terhambat oleh perbedaan standar manajemen di cabang-cabang, dan sistem manajemen pengetahuan (KMS) yang belum optimal menghambat inovasi. Selain itu, perbedaan SOP di setiap cabang menyebabkan inkonsistensi operasional.

Solution:

Perusahaan perlu meningkatkan kemampuan leadership melalui pelatihan dan mentoring eksternal. Standarisasi SOP di seluruh cabang akan memastikan konsistensi operasional. Program berbagi pengetahuan dan pelatihan silang antar cabang dapat

memperkuat transfer knowledge. Terakhir, pemantauan dengan dashboard kinerja dan penilaian 360 derajat akan memastikan inisiatif selaras dengan tujuan perusahaan.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat, perusahaan Bimasakti telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa.

Pada Juli 2023 hingga Agustus 2024, dari memiliki 44 karyawan yang mengelola proyek di 15 kota, dengan omzet sebesar 600 juta rupiah.

Saat ini, Bimasakti telah berkembang menjadi tim yang terdiri dari 130 karyawan dengan proyek yang tersebar di 21 kota di Pulau Jawa, Bali, Banten, Sulawesi, dan Sumatera. Lebih dari itu, omzet perusahaan telah melesat mencapai 20 miliar rupiah.

DietGo

Problem:

PT Solusi Pangan Sehat (DietGO) memiliki tim pusat yang solid, namun menghadapi tantangan dalam mengawasi tim outlet di berbagai kota serta tingkat gaji yang rendah di sektor F&B. Di sisi lain, perusahaan memiliki peluang besar untuk ekspansi outlet, namun terancam oleh tingginya tingkat turnover dan kurangnya kontrol operasional.

Solution:

Perusahaan perlu mengoptimalkan pengawasan melalui pemanfaatan teknologi dan penambahan pengawasan regional (Captain Area), evaluasi skema gaji atau sistem grading gaji, serta standarisasi SOP dan pemantauan operasional secara terpusat. Selain itu, perusahaan juga perlu memanfaatkan peluang ekspansi dengan perencanaan SDM yang matang serta pengembangan program retensi untuk menurunkan tingkat turnover.

Dalam waktu 3 bulan, perusahaan DietGO berhasil melakukan transformasi yang signifikan. Dengan 45 karyawan dan 21 outlet yang tersebar di berbagai kota besar.

Perusahaan kini memiliki sistem HRIS yang lebih terorganisir, struktur perusahaan yang jelas, serta deskripsipekerjaan yang terdefinisi dengan baik.

Kami telah memperkenalkan Key Performance Indicators (KPI) dan Core Values perusahaan, memberikan kontrak kerja serta kenaikan gaji kepada karyawan, yang turut berkontribusi pada peningkatan omzet dari 800jt hingga mencapai 1,2 miliar rupiah perbulan.